BAHASA INGGRIS SEBAGAI JEMBATAN MENGENAL DUNIA

Temen-temen sobat Pelita pasti sudah tidak asing lagi dengan Bahasa Inggris. Yep, bahasa yang pengguna nya sekitar 1.5 miliar yang dipaparkan melalui Ethnologue 2025 ini sangat penting karena hampir semua orang di dunia memakai bahasa tersebut untuk berkomunikasi di ranah Internasional. Bidang administrasi, kesehatan, pendidikan dan bahkan komunikasi sehari-hari pun menggunakan bahasa Inggris jika sobat Pelita pergi ke luar negeri. Kalau ibarat kata nih, kamu mau jalan jalan keliling dunia gak usah khawatir kalau kamu bisa bahasa Inggris karena mayoritas penduduk di dunia pake bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Ya, memang tidak bisa dijadikan patokan juga kalau kamu akan aman, karena di negara negara tertentu, penggunaan bahasa Inggris dalam keseharian masih relatif sedikit.
Karena mimin tidak ada background sama sekali di bahasa Inggris, mimin mau tanya pendapat seseorang yang mungkin sudah sobat Pelita kenal. Mimin mau tanya pandangan beliau terkait perkembangan dan penggunaan bahasa Inggris, pokoknya apapun yang berkaitan dengan bahasa Inggris ke ahlinya nih, Kak Aulia Azka. Nah, kak Aulia Azka ini merupakan Ketua Yayasan Pelita Lingkungan Sejahtera sekaligus pengajar bahasa Inggris di yayasan Pelita.

Mimin Pelita: Alooo kak Aulia. Seneng banget bisa ketemu lagi. Gimana kabarnya kak?

Kak Aulia: Alhamdulillah baik, kamu gimana?

Mimin Pelita: Alhamdulillah baik juga. Nah, kak. Kakak kan udah punya pengalaman yang menurut aku sangat panjang di dunia Bahasa Inggris ini. Aku tuh kepo banget, pandangan kakak soal bahasa Inggris ini tuh gimana? dan seberapa penting bahasa Inggris itu?

Kak Aulia: Mmm…bangus banget nih pertanyaannya. Well, kalau ditanya seberapa pentingnya, I would say penting banget banget banget. Alasannya tentu bukan hanya karena kita bisa traveling, tapi, bahasa Inggris itu bisa membuka sudut pandang yang baru di budaya lain. Kita tau ya, bahasa Inggris itu merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, dan banyak sekali informasi penting seperti hasil penelitian terbaru soal kesehatan, pendidikan, politik itu bahasa pengantar nya bahasa Inggris. Aku pribadi, jarang banget lihat berita yang up to date dan dibawakan menggunakan bahasa Indonesia, itu jarang banget. Jadi, kuncinya itu sih, membuka wawasan baru, perspektif baru. Menurutku, orang Indonesia itu rasa ingin tau nya masih rendah, makanya penyampaian informasi yang menggunakan bahasa Indonesia itu suka ketinggalan gitu lah istilahnya.

Mimin Pelita: Oh, bisa disimpulkan bahasa Inggris ini penting karena adanya percepatan informasi ya salah satunya? Menarik. Nah, kak. Tadi kan kakak mention juga ya ada hasil penelitian atau misalnya pertukaran budaya. Itu proses pertukaran nya itu seperti apa? Boleh kasih contoh juga kak.

Kak Aulia: Oke, aku punya beberapa temen dari luar negeri. Kita kenal di salah satu platform media sosial. Kita kan pake bahasa Inggris ya komunikasi nya, dan pada saat itu, aku kebetulan kepo sama kebudayaan mereka, aku tanya lah. Dan itu menurutku part terseru sih, ketika kita bisa mempelajari budaya mereka. Contohnya ini deh, aku punya kenalan orang Thailand, pas aku ngobrol, aku juga sedikit banyaknya tanya bahasa nya, lalu makanan khas disana apa, lalu dia juga nanya sebaliknya. Jadi, ngerasa seneng juga, kebudayaan kita bisa dikenal sama negara lain. Dan menariknya, pas kita ngobrolin makanan atau salah satu kebiasaan, dia jadi kepo, pengen berkunjung ke negara kita.

Mimin Pelita: Wah seru juga yaa. Jadi seakan kita juga punya panggung untuk kasih tau ke dunia kalau kita punya banyak hal untuk mereka. Kayak tempat wisata, makanan khas, dan hal lainnya.

Kak Aulia: Iyap, betul sekali.

Mimin Pelita: Nah kak, kita beralih sedikit nih. Kan kakak juga mengajar di Yayasan ya, ngajar bahasa Inggris. Menurut kakak, tantangan terbesar apa yang bikin anak anak itu sulit berbahasa Inggris?

Kak Aulia: Wah menarik banget nih. Sebenernya, selama aku mengajar, aku terus berpikir, dan mencari tahu kenapa anak Indonesia masih sulit pake bahasa Inggris. Setelah aku berkecimpung lama sekali, ternyata, hal ini dipengaruhi oleh budaya kita yang masih kolot. Contohnya, kita sering banget lihat orang julid. Mereka kalau lihat orang ngerjain sesuatu diluar kebiasaan mereka, langsung di omongin, langsung di kata katain. Menurut aku, hal ini juga berdampak di kemampuan bahasa Inggris. Bahasa Inggris kan bukan bahasa pertama kita, ini tuh bahasa asing dan mungkin sebagian dari kita menganggap ini bahasa ketiga mereka setelah bahasa lokal kan? Jadi, orang orang yang gabisa bahasa Inggris ini takut ngelakuin kesalahan karena di omongin yang gak enak. Jadi, menurut aku, selama orang-orang ini ada di negara kita, negara kita gaakan pernah bisa maju.

Mimin Pelita: Wah bener banget kak, aku setuju. Makanya banyak orang yang di katain “sok Inggris banget kamu”. Padahal, bahasa Inggris itu udah jadi hal yang lumrah gak sih kak?

Kak Aulia: Iya betul. Aku pribadi juga merasa kalau sekarang semakin banyak yang menggunakan bahasa Inggris, semakin biasa juga, gaada yang spesial. Bukan berarti gak penting lagi ya, tapi gini loh. Ini kan udh biasa, ya kali bahasa yang udah lumrah kamu belum bisa. Gitulah kira kira.

Mimin Pelita: Wah tertampar banget hahaha
Aku juga bisa bahasa Inggris tapi masih di level yang beginner sih, tapi denger kak Aulia bilang gitu aku merasa tertampar dan ya mungkin udah saatnya aku belajar lebih giat lagi. Anyway, apa pesan pesan kakak untuk anak Indonesia atau para gen z seumuran kakak yang belum bisa bahasa Inggris, mungkin ada sedikit tips?

Kak Aulia: Oke, aku mau bilang dua hal krusial dalam pembelajaran bahasa. Kalau kamu lakuin ini, aku jamin, kamu akan jago berkomunikasi dalam bahasa asing. Pertama, tidak takut untuk membuat kesalahan. Kedua, konsisten belajar dan melakukan repetisi. Kalau kamu dari awal udah takut, takut di omongin sama orang orang julid itu, atau takut bikin salah. Kamu gaakan pernah bisa sampai kapanpun. Tapi, kalau kamu mengabaikan orang orang julid ini, suatu saat nanti, mereka akan cari kamu dan bertanya “gimana caranya?” Dan di titik itu kamu pasti bakal ketawa melihat mereka, karena ya lucu aja, dulu mereka ngejek kamu, ngata ngatain sok Inggris tapi sekarang, mereka minta kamu untuk ajarin mereka. Lalu, yang kedua, belajar terus dan repetisi. Sama kayak latihan angkat beban, semakin sering kita ngelakuin nya, semakin kuat juga ingatan kita akan bahasa tersebut. Jadi, semangat terus yaa.

Mimin Pelita: Wah daging banget nih obrolan kita hari ini. Makasih yaa kak sudah menyempatkan hadir.

Jadi, begitu sobat Pelita, gaada yang mustahil kalau kita mau berusaha.

 

Foto ilustrasi — dibuat dengan bantuan AI

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profile Singkat

Pelita Lingkungan Sejahtera adalah Lembaga Non-profit dengan fokus Sosial-Pendidikan mengadakan pendidikan luar sekolah kemasyarakatan, info lebih lengkap silahkan cek Profile

Program

Most Recent Posts

Kategori Tulisan

Yayasan Pelita Lingkungan Sejahtera memperhatikan Pendidikan Non Formal untuk Penguasaan Bahasa, Baca Qur’an

Manajemen

Kontak Kami

Artikel

Program

Bahasa Arab

Donasi

Data Anak Binaan

Privacy

Terms

Privacy Policy

Conditions

Hak Cipta © 2023 Yayasan Pelita Lingkungan Sejahtera